TEMPO.CO, Cirebon: Peternak di Kabupaten Cirebon terancam gulung tikar. Sebab, harga telur ayam di pasaran anjlok. “Peternak kecil sekarang sedang menjerit,” kata Ketua Paguyuban Peternak Ayam Petelur Mitra Mandiri Kabupaten Cirebon, Engkos Kosasih, Senin, 20 Oktober 2014.
Menurut Engkos, saat ini harga telur ayam dijual Rp 14 ribu hingga Rp 15 ribu per kilogram. Harga tersebut lebih rendah dibandingkan biaya yang dikeluarkan peternak. (Baca juga:Harga Telur Anjlok Peternak Ayam Bakar Kandang)
Engkos menduga harga telur anjlok lantaran banyak investor besar dan asing yang bermain dalam bidang tersebut. “Mereka bahkan menguasai bidang peternakan dari hulu hingga hilir,” katanya. Akibatnya peternak kecil pun tidak bisa bersaing.
Peternak kecil hanya mampu memelihara 2 ribu hingga 2.500 ekor ayam dengan produksi telur sebanyak 3-5 kuintal perhari. Sedangkan perusahaan besar dan asing mampu memelihara jutaan ekor ayam dengan produksi telur mencapai hingga 80 ton hingga ratusan ton setiap harinya. Akibatnya telur ayam yang beredar di pasaran sangat banyak.
Di sisi lain, dari segi pakan ayam peternak kecil sangat tergantung pada pakan pabrikan. Sedangkan perusahaan besar memproduksi sendiri pakan ayamnya. Sehingga wajar saja jika perusahaan besar dan asing bisa menjual telur ayam dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan telur ayam yang diproduksi peternak kecil.
Sementara itu seorang peternak kecil, Kokom, sangat terpukul dengan anjloknya harga telur ayam. “Apalagi saya harus mengeluarkan modal yang besar untuk membeli pakan ayam ditambah membayar pinjaman bank setiap bulan,” kata Kokom. Jika kondisi ini masih terus berlangsung, Kokom mengaku dirinya tidak bisa bertahan lagi. “Bisa bubar, bangkrut,” katanya.


0 Response to "Peternak Ayam Cirebon Terancam Gulung Tikar "
Posting Komentar